Saatnya Melayani Publik Secara Online

Charlie

9 Kali Dilihat

08

Okt
2018

Charlie

08 Oktober 2018

9 Kali Dilihat

PELAYANAN kepada masyarakat atau publik sudah menjadi keharusan bagi tiap pemerintah. Tidak saja pemerintah pusat, akan tetapi juga pemerintah daerah. Otonomi daerah yang dicetuskan pada 1999 silam menuntut tiap pemerintah daerah saling berinovasi. Terutama di segi pelayanan kepada publik. Pelayanan kepada publik diharapkan efisien dan efektif. Seiring dengan itu, pelayanan publik melalui internet terus digencarkan tiap pemerintah daerah. Pelayanan publik lewat internet ini digunakan untuk menjawab masih banyaknya daerah yang mendapat rapor merah dari Ombudsman. Ombudsman menyebut, rapor merah yang diterima pemerintah karena belum begitu maksimal dalam melayani publik. Rapor merah ini tentunya akan berimbas kepada kredibilitas seorang kepala daerah. Bak mendapat cambukan keras, pemerintah kemudian berlomba-lomba memberikan pelayanan prima kepada publik. Pelayanan secara tatap muka dicoba diminimalisir. Berganti dengan pelayanan publik secara online. Menggunakan perangkat handphone berbasis android ataupun komputer yang tersambung dengan internet. Seluruh kabupaten / kota di Indonesia saling menciptakan aplikasi layanan publik online. Termasuk di Kota Padang. Kota yang dipimpin Wali Kota Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Wali Kota Emzalmi ini bertekad menjadikan kotanya sebagai ‘smart city’. Salah satu kelurahan di Kota Padang telah memulai pelayanan secara online. Kelurahan Gunung Pangilun merupakan satu-satunya kelurahan di Sumatera Barat yang menggagas penggunaan aplikasi layanan online. Layanan secara online itu disebut “Pelayanan Terpadu Kelurahan” (PATUH). “Aplikasi PATUH merupakan layanan secara online bagi masyarakat yang ingin berurusan dalam hal apapun,” jelas Lurah Gunung Pangilun, Andi Amir. PATUH melayani urusan surat keterangan usaha, surat keterangan kematian dan sebagainya. Aplikasi ini dapat diakses warga Gunung Pangilun. Menurut Andi Amir, aplikasi PATUH mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus menghindari pungutan liar (pungli). Aplikasi PATUH dapat diunduh melalui ‘playstore’ untuk kemudian dapat digunakan warga yang akan berurusan. Melalui gawai, warga mengakses jenis pelayanan yang diinginkan. Setelah itu, jajaran kerja di kelurahan menyiapkan surat yang diinginkan warga. Warga pun dapat mendatangi Kantor Lurah untuk mengambil berkas yang diperlukan. “Selain menghilangkan praktik pungli, dengan menggunakan aplikasi ini akan mengurangi antrean di kantor lurah,” jelas Andi Amir. Kelurahan Gunung Pangilun memiliki jumlah penduduk sebesar 13.000 jiwa. Sejak aplikasi PATUH dilaunching pada 22 Februari 2018, sebanyak 300 lebih warga sudah berurusan dengan aplikasi ini. Diakui Lurah Gunung Pangilun jumlah ini masih rendah. Sebab, tidak semua warga menggunakan gawai berbasis android. “Kita akan terus sosialisasikan kepada warga, termasuk mengedukasi warga bahwa aplikasi ini sangat memudahkan dalam berurusan,” ujarnya. Selain Kelurahan Gunung Pangilun, beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Padang terus menciptakan aplikasi layanan online. Seperti Badan Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP), dan lainnya. Dengan begitu, Kota Padang semakin menancapkan kukunya sebagai salah satu kota ‘smart city’.(Ch)

Pengunjung : 1 2 1 8 2 6 8

Hari Ini : 112

Bulan Lalu : 12220