2019 Tahun ke 3 Pembinaan Kelurahan Penerapan ABS-SBK

Wan Rais

104 Kali Dilihat

09

Apr
2019

Wan Rais

09 April 2019

104 Kali Dilihat

2019 Tahun ke 3 Pembinaan Kelurahan Penerapan ABS-SBK

2019 Tahun ke 3 Pembinaan Kelurahan Penerapan ABS-SBK

Padang,--Di Suamtera – Barat satu satunya Pemko Padang yang menyelenggarakan pembinaan implementasi (penerapan) ABS-SBK, Syara’ Mangato Adat Mamakai. Alam Takambang Jadi Guru.Pada tahun 2019 adalah tahun ke 3 melakukan kegiatan pembinaan penerapan kelurahan ABS-SBK serta membina anak kemenakan mencintai budaya dan adat Minang harus bersama pula melaksanakannya.

Hal ini disampaikan ProfDrIr. Raudha Thaib, M.P. Ketua Bundo Kanduang Sumatera Barat pada kegiatan pembinaan kelurahan implemengtasi ABS SBK di aula kantor Camat Padang Utara yang diikuti kaum ibu-ibu, pemuka masyarakat, Selasa (9/4).

Kata Puti Reno Raudhah Thaib melestarikan dan mencintai budaya dan adat Minang menjadi keharusan bersama dalam dunia kemajuan teknologi informasi saat ini. Bentengi anak-anak, generasi muda dengan mencintai ABS SBK sebagai filosofi hidup di Minangkabau. Dan jangan mencinta budaya urang lain yang akan merusak moral. Jika tidak dilakukan, maka kenyataan setiap saat berbagai informasi sampai di telapak tangan mereka, melalui Handphone yang dimilikinya.

Menurut Puti Reno Raudhah Thaib lagi, yang juga Tim  pembina ABS SBK Kota Padang, anak-anak  apabila sempat sekali menonton pornografi, maka akan selalu tersimpan di otaknya. Ini bahayanya, makanya pengawasan ketat amat dibutuhkan dari para orang tua mereka.

Apalagi saat ini banyak budaya mendidik anak-anak itu yang telah hilang di ranah minang. Dulu ada pola “manjujai” dari kaum ibu-ibu, sekarang berubah. Hal ini yang disayangkan pada zaman moderen saat ini. Kebiasaan dulu, Ibu – ibu yang sedang hamil mulai menyanyikan lagu lagu islami terhadap bayi yang dikandungnya.

Termasuk Manjujai, atau meninabobokan anak dengan cara nyanyian yang berisikan ajaran kesopanan yang mengandung nilai-nilai agama serta adat-istiadat. Ragam nyanyian tradisional, bahkan lantunan ayat suci Alquran mereka dendangkan untuk membuat anak tidak menangis dan tertidur.

Tradisi Manjujai ini maknanya mengaktifkan perkembangan otak kanan dan syarat motorik si anak dengan menanamkan nilai – nilai kebaikan lewat dendangan atau nyanyian sang ibu. Manjujai merupakan  pola asuh anak balita yang berbasis kearifan lokal budaya Minangkabau. Dengan hal tersebut bisa membantu anak dalam melatih otot tubuh, merangsang alat indera serta membantu anak dalam mengenal diri sendiri serta lingkungan disekitarnya, ungkap Puti Reno.

Disamping itu, peran serta orang tua sebagai dasar pertumbuhan anak amat diperlukan. Karena pembelajaran pertama dalam memperkenalkan diri dan lingkungan sekitar anak berasal dari keluarga.#mcpadang/Irwandi Rais