Adat Minangkabau kaya falsafah hidup

Wan Rais

91 Kali Dilihat

24

Apr
2019

Wan Rais

24 April 2019

91 Kali Dilihat

Adat Minangkabau kaya  falsafah hidup

Adat Minangkabau kaya  falsafah hidup

Padang--Adat Minangkabau kaya  falsafah hidup yang mengajarkan  bagaimana menjalani hidup dengan arif dan bijaksana. Banyak nila-nilai hidup dalam ajaran adat Minang yang mengajarkan tentang moral, akhlak yang kini tidak dipedulikan terutama generasi muda. Hal ini menjadi pembenahan bersama, ucap Dr. Yulizal Yunus dan Dr. Welhendri Azwar dari IAIN Imam Bonjol Padang pada kegiatan pembinaan  kelurahan implementasi adaik basandi syara.’  syara’ basandi kitabullah (ABS-SBK), syara’ mangato adaik mamakai, alam takambang jadi guru di aula Kelurahan Ikua Koto, Koto Panjang (IKKP), Kecamatan Koto Tangah,Rabu (24/4).

Kata Yulizal Yunus, pada prinsipnya adat Minangkabau merupakan ketentuan yang mengatur kehidupan masyarakat, yang diperkokoh dengan ajaran agama Islam. Seperti ungkapan pepatah, adaik  basandi syara’ syarak basandi kitabullah. Syara’ mangato adaik mamakai. Maksudnya adalah  adat dan agama Islam di Minangkabau berkait rapat, merupakan kesatuan utuh yang tidak dapat dipisahkan.“Tidak ada di Minang, ini orang adat, dan itu orang agama.”  

Sejalan dengan itu, Dr. Welhendri Azwar mengatakan, anak – anak generasi muda Minangkabau memang sudah tidak  (bataratik) beretika lagi. Prilaku generasi muda saat ini, jangan menyalahkan orang lain, tetapi kedua orang tuanyalah yang mengajarkan seperti itu. “Lihat kenyataan sehari-sehari, seorang ibu mengasuh dan memberi makan anaknya, dibelinya kereta dorong untuk anaknya, dikereta  dorong mainan itu tersedia tempat nasi dan makanan lainnya. Sore hari selesai mandi, anak dibawa main dengan kereta dorong, lalu disuapin makanan sambil jalan-jalan. Hal ini yang mendidik tidak berkahlak (beretika). Dan dulu, di Minang  bagi seorang ibu  tidak pernah melakukan seperti itu.,“ ungkap Welhendri.

Malahan banyak contoh setiap hari yang dilakukan serta tidak mendidik ke arah yang lebih baik. Makanya generasi muda pada zaman modern  saat ini banyak yang tidak beretiket. Untuk itu, agar generasi muda dapat mengerti dan memahami tentang adat budaya  Minang dan sumbang 12. Dan kegiatan pembinaan  kelurahan implementasi Adat Basandi Syara.’  Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK) syara’ mangato adaik mamakai, alam takambang jadi guru diikuti pemuka masyarakat, bundo kanduang kelurahan Koto pulai dan kelurahan Dadok Tunggul Hitam. # Irwandi Rais