Batu Malin Kundang Disulap Jadi Rancak

Charlie

184 Kali Dilihat

11

Nov
2018

Charlie

11 November 2018

184 Kali Dilihat

Batu Malin Kundang Disulap Jadi Rancak
Pemerintah Kota Padang terus menata kawasan wisata di daerahnya. Hal ini bertujuan untuk menjadikan Padang sebagai daerah tujuan wisata. Termasuk memperkuat predikat Kota Padang sebagai destinasi wisata halal dunia. 
 
Sejak tiga tahun belakangan ini Pemko Padang memang tengah bergiat menciptakan Kawasan Wisata Terpadu (KWT) Gunung Padang. KWT Gunung Padang merupakan perpaduan tiga lokasi atau objek wisata yang saling berdekatan. Yakni, Pantai Padang, Gunung Padang, serta Pantai Aie Manih yang dikenal dengan legenda Batu Malin Kundang. 
 
KWT Gunung Padang yang didengungkan pemerintah setempat semakin terlihat nyata. Setelah menata Pantai Padang, Pemko Padang kemudian mengarahkan bidikannya di kawasan Gunung Padang. Kawasan Gunung Padang pun ditata sedemikian rupa. Terakhir,  Pantai Aie Manih menjadi tujuan akhir dari penyempurnaan KWT Gunung Padang.  
 
Pantai Aie Manih sebenarnya lokasi wisata potensial. Sayangnya, semua itu tidak begitu didukung dengan baik oleh masyarakat setempat. Di saat Pemko Padang membenahi kawasan ini, di saat itu pula oknum masyarakat melakukan pungutan liar sehingga membuat wisatawan enggan datang ke kawasan wisata itu.  
 
Akhirnya,  pengelolaan Pantai Aie Manih tidak optimal. Harga makanan dan minuman tidak terkontrol. Begitu pula penyewaan alat bermain di lokasi wisata tersebut. Namun begitu, Pemko Padang tetap bersikukuh menata agar kawasan ini tetap menjadi destinasi wisata yang nantinya dapat dikunjungi dengan aman, nyaman dan tenang. 
 
Agar Pantai Aie Manih mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dan terintegrasi dengan baik lewat KWT Gunung Padang, Kementerian PUPR langsung turun tangan. Revitalisasi dan pembenahan dilakukan Kementerian PUPR.  
 
"Kementerian PUPR melakukan review perencanaan tahun ini," jelas Wali Kota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo. 
 
Rencananya, kawasan Pantai Aie Manih "disulap" lebih menarik alias rancak. Mulai dari Pulau Pisang Ketek hingga ke Batu Malin Kundang dibangun fasilitas pedestrian. Hal ini akan memudahkan pengunjung yang berwisata.  Tak perlu lagi harus menjejakkan kaki di pasir pantai dan terkena sapuan ombak.  
 
Tidak itu saja. Batu Malin Kundang yang kini sering tertimbun pasir pantai, akan diperbaiki. Batu Malin Kundang dan kapalnya akan diperbagus lagi.  Sehingga kawasan ini benar-benar tertata baik.  
 
Mewujudkan itu semua, tahun 2018 ini Kementerian PUPR sedang melakukan review DED di kawasan objek wisata Pantai Aie Manih.  Setelah itu, pengerjaan fisik dilakukan tahun depan (2019). 
 
"Tahun depan dilakukan revitalisasi dengan estimasi biaya Rp 15 miliar," jelas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang,  Medi Iswandi.  
 
Jika revitalisasi selesai, dipastikan tingkat kunjungan wisatawan semakin meningkat.  PAD Kota Padang juga melonjak tajam. Pemko Padang pun memprediksi kawasan Pantai Aie Manih akan semakin kuat daya tariknya.  Apalagi, tak lama lagi pembangunan jalan yang menghubungkan Gunung Padang - Aie Manih - Teluk Bayur segera selesai.(Charlie Ch. Legi)