Dunia Boleh Moderen, Adat Minang Harus Dilestarikan

Wan Rais

108 Kali Dilihat

10

Apr
2019

Wan Rais

10 April 2019

108 Kali Dilihat

Dunia Boleh Moderen,  Adat  Minang Harus Dilestarikan

Dunia Boleh Moderen,  Adat  Minang Harus Dilestarikan

Padang, -- Kabag Kesra Pemko Padang Jamilus, S.Ag.MM menyampaikan pada pembinaan kelurahan implementasi Adat Basyandi Syara’ Syara’ Basandi Kitabullah di aula Kecamatan Bungus Telukkabung, bahwa generasi muda saat ini tak hirau lagi dengan budaya adat Minangkabau. Hal ini menjadi tugas berat bersama untuk meraih hati dan perasaan generasi muda agar mempelajari adat Minangkabau. Hal ini sekaligus membentengi generasi muda dari pengaruh derasnya informasi yang diterimanya setiap hari.

Kata Jamilus, Rabu (10/4) di aula kantor Camat Bungus Teluk Kabung yang dipenuhi para pemuka masyarakat dan bundo kanduang, dunia boleh moderen, tetapi adat dan budaya Minang harus pula dilestarikan. Maka dari itu  pembinaan kelurah implementasi ABS SBK dilakukan pada masyarakat. “Kini yang paling menyedihkan, ketika ditanya kepada generasi muda apa sukunya, ia menjawab tidak tahu. Kenyataan generasi muda saat ini memang banyak yang  tidak tahu apa sukunya,” ungkap Jamilus.

Bukan hanya itu saja,memang banyak yang harus dibenahi, mulai dari akhlak, cara berpakaian, berkomunikasi dan lain sebagainya. Sebab orang minang dengan filosofi Adat Basyandi Syara’ Syara’ Basandi Kitabullah, syara’ mangato adat mamakai. Alam takambang jadi guru ini adalah pandangan hidup dalam menjalani  kehidupan setiap hari.

Sedangkan Dr. Yulizal Yunus Dt. Rajo Bagindo dari IAIN Imam Bonjol Padang juga mengemukakan berbagai hal yang telah hilang/tidak dilakukan lagi oleh masyarakat, seperti tidak berani lagi menegor anak-anak ketika berbuat kurang baik atau kurang sopan. Kondisi kini  menegur remaja, apalagi dimarahi karena berbuat tak senonoh, orang tuanya tidak senang dan marah pula anaknya ditegur.

Ini bedanya sekarang dan dulu. Dulu jika ada anak-anak dimarahi orang lain karena berbaut salah, maka orang tuanya ikut pula memarahi anaknya. Di Minangkabau jika ada remaja berprilaku kurang baik, yang malu itu mamak, dan orang tuanya, sebut Yulizal Yunus.

Sebaba mamak diminangkabau bukan saja sekedar memberikan bimbingan tetapi juga harus menjadi contoh suri tauladan atau akhlak yang baik kepada kemenakannya, supaya kemenekannya meniru suri tauladan dan akhlak yang ada pada mamaknya. Kemenakan akan meniru sifat dan tingkah laku mamaknya.

Tugas pokok dalam pimpinan seorang mamak yaitu memelihara atau memimpin kemenakan ke arah kesempurnaan hidup lahir dan batin, mental spiritual, rohaniah dan jasmaniah. Memimpin kemenakan dibidang ekonominya, pendidikannya, pergaulannya dan keagamaannya serta persoalan yang bersangkutan dengan kelancaran kehidupan sehari-hari. # Irwandi Rais