Pabrik Tahu dan Tempe Higienis Tanpa Bahan Pengawet Bakal Hadir di Padang

Wan Rais

15 Kali Dilihat

24

Okt
2019

Wan Rais

24 Oktober 2019

15 Kali Dilihat

Pabrik Tahu dan Tempe Higienis Tanpa Bahan Pengawet Bakal Hadir di Padang

Pabrik Tahu dan Tempe Higienis Tanpa Bahan Pengawet Bakal Hadir di Padang

PADANG – Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah, Selasa (22/10/2019) kedatangan Misbachul Munir yang merupakan seorang ahli pembangun pabrik tahu dan tempe yang higienis plus tanpa bahan pengawet asal Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah. Misbachul dan rombongan disambut Wali Kota Mahyeldi di kediaman resminya, jl. A. Yani No.11.

“Atas nama Pemerintah Kota Padang kita sangat menyambut baik kedatangan bapak Misbachul dan rombongan kali ini. Semoga bisa memberikan banyak manfaat, tentunya dalam hal upaya pembuatan dan pengembangan pabrik tahun dan tempe yang higienis dan tanpa bahan pengawet di Kota Padang,” ungkapnya.

Sementara itu Misbachul menuturkan, tujuan kedatangannya ke Kota Padang adalah dalam rangka memperkenalkan cara membangun pabrik tahu dan tempe yang higienis tanpa bahan pengawet. Ia pun berharap pemerintah kota dapat mendukung dan memfasilitasinya.

“Insya Allah sesuai rencana, kita akan membuat pabrik tahu dan tempe di sini yang akan dimulai di jl. Kabun Puti RT 01 RW 01 Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah. Diprediksi awal Desember 2019 sudah mulai beroperasi,” tuturnya.

Ia menjelaskan, terkait bahan bakar pabrik tahu dan tempe buatannya yaitunya menggunakan bahan baku sekam padi yang jumlahnya melimpah di Kota Padang. Bukan dengan kayu yang memang terbilang susah didapatkan dan juga mahal harganya.

‘Ada banyak keuntungan pembangunan pabrik tahu dan tempe yang saya kawan-kawan bikin nantinya. Diantaranya masyarakat mendapatkan tahu dan tempe yang higienis dan bebas dari bahan pengawet. Selain itu keberadaan pabrik ini juga dapat mengatasi pengangguran, karena mempekerjakan banyak orang. Ampasnya pun juga bisa untuk makan ternak, jadi multi manfaat,” tukasnya didampingi Eri Santoso selaku yang menginisiasi pertemuan tersebut.

Intinya papar dia lagi, pabrik tahu dan tempe ini akan menggerakkan perekonomian di daerah pertanian.

“Seperti dari informasi yang saya ketahui, untuk daerah Kota Padang pabrik ini sangat cocok dibangun seperti di kawasan Kecamatan Koto Tangah, Kuranji, Pauh, dan Bungus Teluk Kabung. Semoga upaya ini dapat berjalan lancar dan didukung semua pihak terkait tentunya,” harap dia.(David/M/*)


DP3AP2KB Padang Tingkatkan Kemampuan Kader PAUD Terintegrasi se-Kota Padang

PADANG - Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) telah disadari memegang peranan yang sangat penting dikarenakan pada masa anak berusia 0-5 tahun merupakan masa yang disebut masa keemasan. Sementara, peran guru atau pendidik PAUD tak kalah penting dalam pengembangan karakter siswa atau anak didik selaku generasi penerus bangsa.

Menyikapi hal itu, Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) kali ini menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kader
PAUD Terintegrasi di salah satu hotel di Padang, Kamis (24/10/2019).

Bimtek ini diikuti kader PAUD terintegrasi sebanyak 145 orang yang terdiri dari Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan 11 orang dan kader PAUD Terintegrasi sebanyak 134 orang. Adapun sebagai narasumber diantaranya Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Drs.Barlius.MM, Praktisi Tumbuh Kembang Anak dan unsur DP3AP2KB Kota Padang.

"Tujuan Bimtek tersebut yaitu, dalam rangka meningkatkan kemampuan kader PAUD di Kota Padang dalam pengelolaan sekaligus proses pembelajaran terhadap anak usia dini di PAUD Terintegrasi. Selain itu juga menumbuhkan serta meningkatkan inovasi dan kreativitas kader dalam proses pembelajaran, serta meningkatkan kesadaran kader tentang pentingnya pendidikan bagi anak usia dini," jelas Kepala DP3AP2KB Kota Padang, Heryanto Rustam dalam laporannya.

Sementara itu Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan Pemko Padang, Zabendri sewaktu mewakili Wali Kota Padang saat membuka kegiatan menyampaikan, atas nama Pemerintah Kota Padang menyambut baik digelarnya Bimtek itu.

Menurutnya, sebagai seorang pendidik PAUD, kader harus memiliki kompetensi kepribadian serta skill yang mumpuni. Terutama sekali mampu tampil sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia dan menjadi teladan. Kemudian pendidik atau kader PAUD juga harus memiliki jiwa tanggung jawab dan kepercayaan diri yang tinggi serta kompetensi sosial.

"Oleh karena itu, pendidik PAUD seyogyanya harus mampu mengenali dirinya secara pribadi sehingga tidak mengalami kesulitan dalam melakukan komunikasi dan pemberian pelajaran bagi murid PAUD. Kita tentu berharap, seluruh kader PAUD di Kota Padang dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara baik ke depan dimana selama ini sudah cukup baik. Semoga dengan demikian semakin meningkatnya kualitas generasi anak bangsa khususnya di Kota Padang pada masa-masa yang akan datang," pungkasnya.(David)