Padang Menjadi Tempat Studi Tiru Pariwisata

Charlie

149 Kali Dilihat

19

Okt
2018

Charlie

19 Oktober 2018

149 Kali Dilihat

Padang Menjadi Tempat Studi Tiru Pariwisata

Pedestrian di Muaro, Padang.(Foto: Charlie)

Kota Padang semakin apik. Terutama sektor pariwisatanya. Tak aneh jika kota yang berada di Sumatera Barat itu menjadi tempat studi tiru pengelolaan pariwisata bagi daerah lain.

Buktinya, rombongan dari Semarang singgah ke Padang pada akhir pekan lalu. Rombongan dari DPRD Semarang bertemu langsung dengan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang, Medi Iswandi. Saat bertemu, keduanya saling bertukar pengalaman masing-masing. Terutama terkait pariwisata kedua daerah.

Padang dikenal mampu menata pariwisatanya. Buktinya, Pantai Padang kini menjadi tujuan utama para wisatawan jika ke Padang. Setiap hari, Pantai Padang dijejali para wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Tak ayal, Kota Padang banyak meraih penghargaan. Teranyar, penghargaan Platinum Kota Potensial Kategori Pariwisata Indonesia Attractiveness Award 2018 berhasil disabet. Penghargaan dari majalah “Tempo” ini semakin menguatkan bahwa Padang sudah jauh berbenah.

Wakil Ketua DPRD Semarang Agung Budi Margono mengakui langsung penataan objek wisata di Padang. Wakil Ketua DPRD ini pernah berkunjung ke Padang pada 2005 lalu. Saat itu diakuinya, Pantai Padang tidak seperti sekarang ini. Dulu, Pantai Padang “dihuni” tenda-tenda ceper.

“Sekarang tidak ada lagi, Pantai Padang jauh berubah,” akunya di depan Medi Iswandi.

Medi Iswandi pun tak sungkan-sungkan membeberkan kiat khusus mengatasi tenda ceper dan membenahi Pantai Padang hingga seperti saat ini. Medi juga menyebutkan rencana pengembangan objek wisata dan yang telah dilakukan. Seperti rencana Kawasan Wisata Terpadu (KWT) Gunung Padang, pembenahan objek vital nasional, ketegasan dalam menertibkan premanisme di objek wisata, comunity base tourism dengan membentuk pokdarwis, insentif MICE, dan lain sebagainya.

“Berkat itu semua PAD sektor pariwisata meningkat tajam sebesar 340 persen dalam kurun waktu tiga tahun,” jelas Medi di depan rombongan dari DRPD Semarang.

Rombongan DPRD Semarang tercengang-cengang mendengar pemaparan dari Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang, Medi Iswandi. Apa yang dikatakan Medi Iswandi bukan mengada-ada, karena hari itu juga mereka melihat langsung kondisi objek wisata di Padang. Seluruh rombongan dibawa singgah ke sejumlah objek wisata, seperti Pantai Padang, Pantai Air Manis, Pasir Jambak, dan lainnya.

“Ini prestasi luar biasa,” ujar Agung Budi Margono.

Dalam pertemuan itu, DPRD Semarang juga sempat menceritakan pengalaman dalam menata daerahnya. Seperti penataan objek wisata Puri Maerokoco, Lereng Kelir, Hutan Pinus Kayon, Museum Kereta Ambarawa, dan lain sebagainya. Medi Iswandi pun mengakui langkah dan upaya Semarang dalam menata pariwisatanya. Momen itu pun tak disia-siakan Medi Iswandi. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwsata Padang itu terlihat mencatat apa saja langkah dan upaya yang dilakukan Semarang.(Charlie Ch. Legi)