Pembinaan ABS SBK Untuk Warga Rimbo Kaluang dan Olo

Wan Rais

62 Kali Dilihat

23

Apr
2019

Wan Rais

23 April 2019

62 Kali Dilihat

Pembinaan ABS SBK Untuk Warga Rimbo Kaluang dan Olo

Pembinaan ABS SBK Untuk Warga Rimbo Kaluang dan Olo

Padang--Warga   bisa bangga hati serta  berterimakasih kepada Pemko Padang karena selalu menggelar kegiatan pembinaan Kelurahan implementasi Adat Basandi Syara’. Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK) Syara’ Mangato Adat Mamakai.  Sebab di kabupaten dan kota lainnya belum ada dilaksanakan.

“2019 tahun ke 3 kegitan adat dan budaya Minang dilaksanakan,” ungkap Ketua Umum Bundo Kandung Provinsi Sumatera Barat Prof. Dr.Ir.Hj,  Puti Reno Raudhah Thaib, M.P    di Palanta kediaman Wali kota Padang yang dihadiri para pemuka masyarakat, bundo kanduang kelurahan Rimbo Kaluang dan Kelurahan Olo, Kecamatan Padang Barat, Selasa (23/4).

“Kini sikap masyarakat telah banyak bergeser dan tak mau lagi menegur jika melihat hal yang kurang baik dilakukan para remaja. Andaikan melihat, jika tidak anaknya yang melalukan maka akan dibiarkan saja. Sebab kalau ditegur bahkan dimarahi, sang remaja itu bisa melawan dan orang tuanya juga berbalik marah.  Sedangkan dulu, anak siapa saja yang berbuat tidak baik, tidak sopan pasti gitegur dan dimarahi, dan orang tuanya pasti menyalahi anaknya,”  sebut Puti Reno Raudhah Thaib yang juga Tim ABS SBK Kota Padang.

Ditambah lagi kondisi kemajuan negeri ini dengan dunia informasi teknologi,  beragam informasi mengalir setiap saat. Informasi apa saja pasti sampai ditelapak tangan mereka melalui HP yang dimiikinya. Untuk mengantisipasinya butuh pengawasan dari para orang tuanya. Maka pembinaan implementasi ABS-SBK  sebagai filosofi hidup warga Minangkabau juga sebagai membentenginya, tambah Puti Reno Raudhah Thaib.

Sedangkan Dr. Yulizal Yunus dari IAIN Imam Bonjol Padang juga mengatakan, saat ini memang banyak telah berubah dan harus dibenahi bersama, seperti melaksanakan pernikahan anak di masjid, belum menikah telah duduk berdua dipersandingkan. Setelah itu  anak minta izin kepada orang tua depan orang ramai. Hal ini tidak dibiasakan dalam adat Minang Kabau.

“Anak  yang mau menikah, orang tua yang menanyakan kepada anak. Setelah  dinikahkan baru boleh duduk berdua dipersandingkan,” sebut Yulizar Yunus.# Irwandi Rais