Pentingnya Vaksin MR dalam Cegah Katarak, Tuli, Hingga Bayi Cacat

Diskominfo

7 Kali Dilihat

05

Sep
2018

Diskominfo

05 September 2018

7 Kali Dilihat

Pentingnya Vaksin MR dalam Cegah Katarak, Tuli, Hingga Bayi Cacat

Padang — Kabid Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Padang, dr. Gentina menjelaskan virus rubella yang menginfeksi ibu hamil pada awal masa kandungan dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan.

Oleh karena itu, lanjutnya, imunisasi vaksin MR penting sebagai pencegahan penularan campak dan rubella karena kedua penyakit tersebut belum dapat diobati secara menyeluruh melainkan hanya bersifat suportif.

"Vaksin campak itu untuk melindungi anak dari penyakit campak. Campak pada anak berbahaya bisa menyebabkan diare, ensefalitis (radang otak), kebutaan, gizi buruk hingga kematian. Tapi kalau imunisasi rubella pada anak untuk memutus mata rantai virus supaya tidak tertular pada ibu hamil," katanya saat kegiatan diseminasi informasi bersama awak media di Media Center, Balai Kota Padang, Rabu (5/9).

Lebih lanjut ia menjelaskan, Rubella adalah penyakit akut dan ringan yang sering menginfeksi anak dan dewasa muda yang rentan. Namun yang menjadi perhatian dalam kesehatan masyarakat adalah efek kepada janin apabila rubella menyerang pada wanita hamil trimester pertama.

Data surveilans selama lima tahun terakhir menunjukkan 70 persen kasus rubella terjadi pada kelompok usia di bawah 15 tahun.

Infeksi rubella selama awal kehamilan dapat menyebabkan keguguran, kematian janin, atau sindrom rubella konegnital (Congenital Rubella Syndroma/CRS) pada bayi yang dilahirkan. CRS biasanya bermanifestasi sebagai penyakit jantung bawaan, katarak, microcephaly (kepala kecil), dan tuli.

Berdasarkan Data Dinkes Padang, capaian imunisasi MR di Padang telah di atas 22,7 persen atau sekitar 50.142 anak. Angka itu terus alami peningkatan hingga waktu akhir pelaksanaan imunisasi MR. Lebih lanjut, ia menambahkan, pada tahun 2018 jumlah clinis campak 72 kasus, 30 diperiksa labor, hasil feedback 18 kasus, positif Rubella 8 dan campak 6 orang.

"Untuk cakupan Padang sudah di atas 22 persen imunisasi MR-nya hingga saat ini. Itu tidak terlalu jelek," ungkapnya.

Ia menegaskan terus lakukan berbagai upaya agar cakupan imunisasi MR Padang bisa mencapai angka 95 persen.
Untuk capai target 95 persen, kata dia, pihaknya bersama puskesmas menggalakkan kampanye MR kepada masyarakat. Pihaknya berkomitmen mewujudkan target Padang bebas campak dan rubella pada tahun 2020 mendatang.

"Kami libatkan peran tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan pihak-pihak lainnya untuk mencapai target itu. Kampanye jalan terus karena ini tugas kita bersama. Kaitannya dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga sudah clear," katanya. (McPadang/Putra)

Pengunjung : 5 1 3 1 1 2 6

Hari Ini : 246

Bulan Lalu : 22622