Perantau Rindu Kemunculan Tokoh Nasional

Charlie

89 Kali Dilihat

19

Okt
2018

Charlie

19 Oktober 2018

89 Kali Dilihat

Perantau Rindu Kemunculan Tokoh Nasional

Sumatera Barat dikenal sebagai daerah penghasil pemikir dan tokoh nasional yang hebat. Sejak tempo doeloe, Sumatera Barat memunculkan tokoh nasional yang menjadi pahlawan nasional seperti Bung Hatta, Chairil Anwar, Hamka, Agus Salim, dan lainnya. Tokoh nasional itu pun dapat dikenang hingga sekarang.

Sejak itu, Sumatera Barat tidak lagi memunculkan tokoh nasional. Hal ini membuat risau para perantau Minang. Perantau Minang pun rindu kemunculan tokoh yang dapat membawa inspirasi dan warna baru di Tanah Air.

“Ketika bertemu perantau beberapa waktu lalu, umumnya para perantau menyatakan kerinduan dengan kehadiran Bung Hatta, Hamka, Agus Salim dan lainnya itu,” kata Wali Kota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo.

Mahyeldi menuturkan, begitu mendengar curahan hati (curhat) dari perantau, diirinya segera menemui Gubernur Sumatera Barat. Walikota Padang menyampaikan apa yang menjadi kerinduan para perantau.

Wali Kota Padang melihat, sebenarnya generasi muda Indonesia cukup banyak yang hebat-hebat. Ketika berlomba di ajang berskala internasional, tak jarang yang meraih juara. Seperti di Asian Games lalu. Termasuk di ajang Olimpiade dan lainnya.

“Kita bangga dengan putra-putri Indonesia. Tahun 2020 kesempatan bagi bangsa kita untuk menunjukkan kepada dunia bahwa kita bangsa berkualitas,” tukuk Mahyeldi.

Dikatakannya lagi, Indonesia akan mendapat bonus demografi pada 2045 mendatang. Pada saat itu, penduduk Indonesia didominasi oleh mereka yang berusia antara 31 hingga 64 tahun.

“Dengan begitu nanti kita tidak bisa lagi diremehkan,” ucap Mahyeldi.

Mahyeldi mengatakan, pemuda hari ini adalah pemimpin di masa datang. Karena itu pula, Pemerintah Kota Padang terus membekali generasi muda saat ini dengan pendidikan agama dan pengetahuan. Program keagamaan terus digulirkan ke tengah masyarakat, seperti didikan subuh, pejuang subuh, pesantren ramadhan, program 1821, dan sebagainya. Semua itu untuk membekali generasi muda dengan pendidikan agama dan pengetahuan. Sebab, pemimpin yang memiliki bekal agama yang baik akan memimpin dengan baik pula.(Charlie Ch. Legi)