Ternyata Padang Miliki “Pelican Crossing”

Charlie

109 Kali Dilihat

19

Okt
2018

Charlie

19 Oktober 2018

109 Kali Dilihat

Ternyata Padang Miliki “Pelican Crossing”

Pejalan kaki di Kota Padang sudah mulai nyaman. Terlebih setelah dibangunnya pedestrian di berbagai tempat. Tak ada lagi keluhan tentang pedestrian yang berlubang dan membahayakan.

Tetapi, tahukah kita bahwa di Padang sudah terdapat pedestrian light controlled (Pelican) Crossing? Ya, “Pelican Crossing” ini berada di antara persimpangan jalan Permindo dengan Ratulangi. Persisnya di depan Toko Buku “Sari Anggrek”.

Apa itu “Pelican Crossing”? “Pelican Crossing” adalah penyeberangan sebidang. Letaknya bisa saja 300 meter dari persimpangan, atau persis sebelum persimpangan jalan dan menggunakan lampu lalulintas khusus. Ketika pejalan kaki atau penyandang disabilitas menyeberang jalan, tombol yang terdapat di tiang lampu lalulintas ditekan sehingga akan mengubah warna lampu menjadi merah atau kuning berkedip. Lampu ini memberi tanda agar kendaraan berhenti.

Keberadaan “Pelican Crossing” ini akan sangat membantu pejalan kaki dan penyandang disabilitas. Semua itu menjadi bagian penting dari sistem manajemen transportasi kota. Apalagi, Undang-Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 menyebutkan bahwa pejalan kaki berhak atas ketersediaan fasilitas pendukung berupa trotoar dan penyeberangan.

Permindo dianggap pantas memiliki “Pelican Crossing”. Sebab, kawasan ini ditetapkan sebagai kawasan ramah disabilitas. Para penyandang disabilitas akan dengan mudah menyeberangi jalan. Mau berbelanja di sisi kiri atau kanan jalan Permindo, tinggal tekan “Pelican Crossing” untuk menyeberang.

Keberadaan fasilitas tersebut merupakan langkah hebat yang dilakukan pemerintah setempat. Memberikan kenyamanan bagi penyandang disabilitas dan pejalan kaki lainnya. Sayangnya, belum seluruh jalan di Padang menggunakan fasilitas ini. Padahal, sebenarnya fasilitas itu sungguh sangat membantu.

“Rupanya Padang punya fasilitas ini (Pelican Crossing). Selama ini saya kurang tahu, mungkin karena belum difungsikan,” celetuk Musnidarti, seorang warga yang melintas di jalan Permindo, kemarin ini.

Seorang warga lainnya, Puji menyebut bahwa keberadaan “Pelican Crossing” memang sudah seharusnya dimiliki Kota Padang. Apalagi saat ini jumlah kendaraan terus bertambah. Arus lalulintas semakin padat, sehingga dibutuhkan fasilitas “Pelican Crossing” bagi kemudahan pejalan kaki dalam menyeberangi jalan.

“Apalagi saat ini pedestrian di Padang sudah semakin rancak dan tertata, sudah seharusnya ditambahi dengan fasilitas ‘Pelican Crossing’,” tuturnya.

Diperkirakan setelah ini pemerintah setempat akan menambah jumlah “Pelican Crossing” di sejumlah ruas jalan. Tentunya setelah seluruh pedestrian berhasil direvitalisasi.(Charlie Ch. Legi)